Senin, 04 Januari 2010

BiNTaNG

Tuhan, bila hari ini aku harus menghadapmu...maka jangan biarkan orang-orang yang kusayang menderita karena ku. Jika KAU masih memberikan ak hidup, maka ak berjanji akan memintanya memberikan nama nya di belakang namaku...demi sebuah hidup yang terbuang.
"Tidaaaaaaaaaaaaaak, aku tidak mau seperti ini "teriak bintang
dia menangis, menjerit dalam kesepian yang melandanya. yah...bintang hanya seorang gadis yang di penuhi cinta...cinta yang membuatnya terjebak dalam sebuah lakon yang perlahan mematikan seuruh asa dalam dirinya.
seolah tak mampu menahan semua ini, bintang pun mengadu pada sang Empunya...namun lagi-lagi logikanya tak sanggup mengimbangi kata hatinya.
"Pliss Bintang, harus diselesaikan " ujar sang pembisik
bintang hanya bisa mengiyakan tanpa bisa menolak. "Tuhan,ak tak ingin melakukan ini"
air matanya pun mengalir sepanjang hari. ini lah saat yang tepat untuk mengahirinya, Lirih sang bintang.
hari itu, tanggal 12 desember bintangpun pergi. aku pergi maka aku telah mati bersamanya. kau takan pernah tau apa yang kurasakan...betapa aku akan mengutuki ku, mengutuki mu .
betapa aku akan menyesali semua yang kulakukan ini...
bintangpun menangis...menangis dan hanya menangis...
kau dimana saat ku butuh...kau dimana saat ku rapuh. bintang mencari sang pembisik. namun tak juga ditemukan sosok sang pembisik. aku membncimu...benci karena ak harus melakukannya sendiri. membenci karena kau tak melakukan apapun untuk membantuku...dimana kau sang pembisik...kenapa kau hanya membisikkan kata2 itu...knapa tidak kau bantu aku.
bintang pun tiba di negeri itu, negeri dimana dia harus mengakhiri cintanya.
sendiri...bingung
entah dimana aku akan tinggal. sambil membuka2 hp, bintang akhirnya menemukan sebuah nama. "mungkin dia bisa membantuku"
bintang bergegas mencari lamat yang dituju. "Ya Tuhan bantu aku menemukannya, ak sendiri saat ini" doa bintang saat ini. seperti berada di padang pasir, dimana harus mencarinya. setelah bertanya-tanya akhirnya sampai di alamat yang dituju.
sambil ragu-ragu bintang memasuki ruangan itu. "aku binguuuung, dimana kau sang pembisik. dimana kau saat ak membutuhkanmu."
bintang pun pergi, dia bingung, kakinya melangkah entah kemana. meninggalkan tempat itu.
sang pembisik akhirnya membisikkan kata-katanya...meyakinkan bahwa semuanya akan kembali seperti sedia kala.
dengan langkah lunglai bintang kembali menuju bangunan kecil itu, memberikan sebagian hidupnya.

Ke esokan harinya, 13 Desember. bintang bergegas kembali ketempat itu. tanpa hati, tanpa rasa, tanpa jiwa...semua nya berlalu begitu saja. tak berbekas. "ak telah mati"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

merci beacoup pour de ton commmentaire...i'll check it first